0

Pertanyaan tentang Soulmate..........



Kalau yang namanya belahan jiwa itu sungguh ada
Orang yang mebuatmu merasa lengkap, bahagia
Dan terpenuhi dalam hidup itu sungguh nyata
Pertanyannya adalah:

Dimanakah soulmate itu berada?
Terselip di antara gedung-gedung jangkung ibu kota?
Terpencil di tengah lautan?
Sedang berkelana dalam rimbanya hutan?
Megejar angin, memanah awan, membanting petir?
Atau tersembunyi di balik rumitnya mesin angka dan teknologi?

Apakah dia seorang yang jauh?
Pengaran impian dari negeri antah berantah?
Atau seorang yang sangat dekat,
Yang jaraknya hanya terpisah satu helaan napas
Dan satu kedipan mata?

Atau sesungguhnya soulmate itu tidak pernah ada?
Hanya kisah penghibur lara yang sudah ada
Sejak zaman dalu kala?
Isapan jempol bagi jiwa-jiwa sederhana
Yang masih percaya pada asa?

(Jessica Huwae_Soulmate.com)
0

Ungkapan


Sang pencuri Khayalan memberitahuku...........

KADANG, kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain. Membuat kita lupa untuk sekedar bertanya, inikah sebenarnya cinta?
[Nonier, novel DIA]

Kamu tahu apa yang tidak menyenangkan....
ketika kamu tahu bahwa apa yang kamu percaya adalah omong kosong

mungkin ini terjadi karena ia terlalu percaya bahwa DIAlah orangnya

Seseorang itu tidak akan jatuh cinta lagi sampai keadaan menghadirkan cinta baru dalam kehidupan mereka.

Sebuah kutipan akhir dari proses "PENGUAPAN RASA" terjadi
Alhamdulillah............
1

Cinta = Puzzle


Cinta seperti puzzle

Terkadang Kepingan hati mungkin di rasa telah bertemu dengan kepingan lain yang sesuai
Walaupun beberapa sudutnya sebenarnya tidak membentuk sempurna
Sehingga menghasilkan sebuah bentuk yang tidak menarik

Kepingan itu…..
Walaupun terlihat tidak sempurna
Tapi manusia yang terlibat di dalamnya tetap merasa hal itulah yang sempurna
Setidaknya salah satu manusia pemilik kepingan tersebut

Kepingan itu akan memberi isyarat pada waktunya
Saat akhirnya kepingan yang benar-benar bisa bertemu sempurna dan membentuk sebuah kepingan yang indah
Akhirnya datang

Salah satu pemilik kepingan kemudian akan sadar bahwa selama ini ia telah mencoba bertahan pada kepingan yang salah
Dan, kepingan itu akan bertemu dengan kepingan yang lain untuk membentuk sempurna
Semua akan indah pada waktunya, bukan!

Iyanahs, 15 Februari 2010
0

Feeling Empty

Feeling Empty mengancam Masyarakat Kita
Oleh: Iyan Afriyani HS

Setiap manusia mendambakan ketenangan hidup walaupun tidak semua dapat mencapai apa yang diinginkan. Beberapa sebab dan rintang mungkin terjadi dalam pencapaiannya termasuk keinginan manusia untuk terlibat lebih intens dengan dirinya sendiri dan tidak dengan campur tangan orang lain. Inilah bentuk dunia individualisme yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat yang hidup dikota-kota besar saat ini. Dunia
individualisme yang menunjukkan sebuah dimensi baru pada cara manusia menghadapi hidup.

Berbagai rutinitas dan gaya hidup yang membiasakan seseorang melakukan segala sesuatunya sendiri dan hanya berorientasi pada materi serta mengabaikan hal-hal spiritual, kini mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan sosial. Ketidakseimbangan ini terlihat dari interaksi dengan individu lain dan ketidakpedulian seseorang pada lingkungan sekitarnya yang mengalami pengurangan dalam jumlah menit perhari. Beberapa orang menjadi mudah melakukan kegiatan sendiri tanpa melibatkan orang lain dan menjadikan dirinya manusia individualis. Disaat mereka kemudian akan kembali berbaur dalam masyarakat, perasaan tidak dianggap akan mereka alami dan berakhir pada tindakan menarik diri. Menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, takut terhadap penolakan adalah beberapa bentuk tindakan menarik diri yang akhirnya menyebabkan seseorang menjadi kehilangan kepercayaan atas dirinya dan selanjutnya akan kehilangan kepercayaan terhadap orang lain. Gaya hidup seperti ini kemudian akan mengarah pada sebuah pola hidup individual yang kehilangan makna dan kecenderungan pada perasaan kehampaan (feeling empty). Inilah akibat dari individualisme yang coba di sadur dari bangsa lain untuk kemudian masuk ke dalam budaya bangsa Indonesia.

Perasaan hampa adalah sebuah perasaan yang biasanya ditandai dengan kebosanan, perasaan tanpa makna, ketiadaan tujuan, dehumanisasi, tidak peduli terhadap apa yang dilakukan dalam hidup dan kecenderungan melarikan diri dari tanggung jawab. Besar kuantitas masyarakat yang kemudian mengalami perasaan hampa muncul sebagai konsekuensi dari sedemikian lebarnya jarak antara kebutuhan individu untuk memaknai hidup di satu sisi dan kebutuhan individu akan interaksi masyarakat disisi yang lainnya. Kehampaan atau kekosongan dalam diri menjadikan individu merasa terisolasi atau terpisah dari dunia. Hal ini berupa kurangnya kontak fisik dengan masyarakat. Berdasarkan beberapa observasi sederhana yang dilakukan penulis, menunjukkan proses menarik diri yang dilakukan oleh individu meliputi menghabiskan lebih banyak waktu sendirian, merasa tidak nyaman dan merasa kesepian secara emosional saat berada diantara kerumunan orang walaupun sebenarnya individu tersebut menginginkannya, melakukan lebih banyak aktivitas tanpa bantuan orang lain, menggunakan banyak media untuk melepaskan kesepian, pemikiran yang kosong, dan perasaan ketidaktahuan dalam cara menghadapi hidup.

Perasaan kehampaan merupakan salah satu tanda ketidaksehatan mental individu yang dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Kehampaan adalah keadaan pasif yang semestinya tidak dibiarkan terus berlanjut tanpa melakukan apapun untuk mengubahnya karena kesehatan mental menentukan tanggapan seseorang terhadap persoalan, penyesuaian diri dan gairah untuk hidup. Namun, menurut dr. Nalini Agung SpKJ kesehatan mental masyarakat sering diabaikan oleh pemerintah, masyarakat, dan individu itu sendiri, walaupun pada tahun 2004 WHO telah memperingatkan bangsa Indonesia agar memperhatikan kesehatan mental masyarakatnya. Bahkan diprediksi bahwa tahun 2015 kesehatan mental masyarakat Indonesia dalam kondisi mengkhawatirkan.

Saat ini, banyak persepsi masyarakat yang mengarahkan kesehatan hanya pada fisik semata. Padahal, mental seseorang juga harus diperhatikan. Contoh konkrit dalam masyarakat adalah sebagian dari perilaku bunuh diri atau individu yang melakukan percobaan bunuh diri sebagai jalan menemukan kehidupan yang lebih baik, mengalami kesehatan mental yang menurun drastis. Gangguan atau ketidaksehatan mental tersebut termasuk perasaan kehampaan. Ketidaksehatan mental berupa kehampaan tidak disebabkan oleh faktor tunggal tetapi berbagai hal yang kemudian dapat meningkatkan risikonya. Namun kesalahan fatal yang biasa dilakukan oleh individu adalah tetap membiarkan dan mempertahankan perasaan tersebut. Walaupun, mempertahankan kesepian dan membiarkan diri masuk ke dalam perasaan itu secara terus menerus akan memimpin pada perasaan depresi dan tidak berdaya yang pada gilirannya akan menuju pada keadaan yang lebih pasif dan depresi.

Setiap individu dengan kesadaran diri sebenarnya mampu melepaskan diri dari ancaman-ancaman lingkungan dan berbagai bentuk kecenderungan alami yang mengarah pada suatu keadaan atau perkembangan tertentu dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, tindakan pencegahan terhadap salah satu bentuk ketidaksehatan mental ini harus dilakukan dengan kembali menemukan makna hidup agar terjadi transformasi dari kehampaan. Pencarian makna yang dilakukan merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan penggalian dan untuk memahaminya individu harus menjalaninya. Individu harus memilih hidup dan tingkah laku yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Peran masyarakat dalam transformasi ini juga sangat penting, dimana masyarakat diharapkan lebih peduli pada lingkungan sekitarnya dan senantiasa memberi dukungan sosial terhadap orang lain.

Covey (2005) menegaskan bahwa hidup akan menjadi penuh makna dan keagungan ketika individu dapat mengilhami sekaligus menjalani panggilan jiwa mereka yang dibimbing oleh empat jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan fisik, kecerdasan mental, kecerdasaan emosi dan kecerdasan spiritual, dimana ketiga kecerdasan yang disebutkan diawal tunduk pada kecerdasan yang keempat yaitu kecerdasan spiritual. Kebiasaan individu untuk tidak mengabaikan dimensi spiritual dan kodratnya sebagai mahluk sosial akan membawa individu tersebut pada keadaan yang sehat secara mental. hal tersebut menunjukkan begitu penting penataan potensi emosi spiritual pada masing-masing individu yang berpusat pada sumber spiritual manusia, yaitu Tuhan. Dengan demikian seseorang akan terbimbing dengan kesadaran pribadi untuk mengenali energi jiwanya guna meraih ketenangan atau keharmonisan diri. Pada dasarnya, pencapaian kesehatan mental secara spiritual sebenarnya menunjukkan pada manusia bahwa sebuah ibadah bukan hanya sebuah kewajiban melainkan sebuah kebutuhan yang akhirnya mengarahkan seseorang pada kesehatan mental yang baik, tidak mudah merasa putus asa, pesimis, dan mampu menghadapi rintangan dan kegagalan dalam hidup dengan tenang.
0

Kompetisi Web/blog Kompas MuDa



Hem......ada lomba nih
sebuah kompetisi untuk semua rakyat yang begitu mencintai negaranya dan bukan hanya dengan terus bergunjing serta mencela bangsa yang telah memberinya banyak makna kehidupan.

nih kompetisinya:

"Kompetisi Web/Blog Kompas MuDa"

Persyaratan:
* Web/blog pribadi pelajar SLTA - Mahasiswa (15 - 22 th)

* Web/blog institusi SLTA

* Web/blog yang ditujukan untuk komunitas anak muda

* Untuk perseorangan atau tim, boleh mengirimkan alamat web/blog lebih dari satu.

* Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan

*Di halaman web/blog, harus menyertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC, yang bisa terbaca secara mudah. Lokasi penempatan kata kunci itu bebas.

*Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, tingkat popularitas dan peringkat web/blog kamu di Google. Juri akan menggunakan mesin pencari Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC.

*Mencantumkan tautan balik (backlink) ke www.mudaers.com (sebuah link ketika diklik mengarah ke www.mudaers.com)

*Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru.

*Web/blog yang dilombakan minimal memuat satu halaman tulisan (minimal 3.000 karakter termasuk spasi) dengan tema: Bangga Indonesia.

*Tulisan orisinal, tidak boleh copy-paste karya orang lain.

*Kirimkan alamat web/blog kamu ke email lombaweb@mudaers.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Di email itu, cantumkan nama kamu, tempat/tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) KTP/SIM/kartu pelajar/kartu mahasiswa. Subyek email adalah berupa alamat web/blog kamu.

*Link web/blog diterima panitia paling lambat 17 Februari 2010.

Hadiah Kompetisi:
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik

tertarik......silahkan menulis, meninggalkan jejak, dan menikmatinya!!!!
0

Gerakan selamatkan minat baca SMA N 1 Bau-Bau



dear Alumni SMA Negeri 1 Bau-Bau

Assalamu Alaikum Wr. Wb
kini tengah di galakkan Kampanye Selamatkan Minat Baca Siswa-Siswi SMAN 1 Bau-Bau. Sumbangkan satu buku kamu untuk tunjukkan kalau kita peduli sebagai alumni SMANSA Bau-Bau angkatan berapapun kamu.
Buku yang akan disumbangkan dibolehkan dlm berbagai genre bacaan,KECUALI buku2 yg mengandung pornografi dan menyinggung SARA.....
Buku yang akan disumbangkan boleh buku baru ataupun buku bekas.Majalah,komik,novel,cergam,dan bentuk bacaan apa saja boleh disumbangkan.
Buku-buku yang telah disumbangkan akan melalui proses sortir kelayakannya.

Teman2 yang mau sumbang lebih dari 1 buku/bacaan boleh,malah sangat dianjurkan :D
teman2 yg tidak pux buku buat d sumbang,boleh menyumbang dalam bentuk uang cash ke kordinator wilayah,kordinator wilayah yg akan membelikan buku sesuai jumlah uang yg disumbangkan.
Tujuan utama kampanye ini bukan dalam bentuk materi/buku yg disumbangkan,tapi lebih ke peningkatan minat baca dan upaya menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan memperoleh ilmu di SMAN 1 Bau-Bau.
Sebelum buku-bukunya nanti diserahkan ke pihak sekolah,akan ada prakegiatan yang akan kita rancang bersama,masalah waktu dan jenis kegiatannya.

Di setiap wilayah akan ditentukan koordinator wilayah,yg bertugas mengumpulkan buku2 / bacaan yang akan disumbangkan teman2.Silahkan menghubungi kordinator tiap wilayah untuk menyumbang langsung bukunya.

1.Bau-Bau :
Angkatan 05 = Riswan / 085299652152
Angkatan 06 = Ari Wj / 081220516204
Angkatan 09 = Hakim / 085756756965

2. Kendari
Angkatan 05 = Nurul Rahma

2. Makassar
Angkatan 05 = Andi / 085241510299
Angkatan 06 = Sawal Baital / 085656577973
Angkatan 07 = Ino Sahyar / 085242331541
Angkatan 08 = Ridho / 085756507815
Angkatan 09 = Nawar / 085656570296

3. Surabaya dan Malang
Angkatan 05 = Fahrul Rozi /
Angkatan 06 = Januar / 03161176809

4. Jojga
Angkatan 05 = Mumun / 085228853533

5. Semarang
Angkatan 05 = Farisa

6. Jakarta, Bandung dAn Bogor = Bisa kirim langsung bukunya via Pos ke Jalan Perintis Kemerdekaan,kompleks Hartaco Jaya Blok B1/1 Makassar,SUL-SEL. Atas nama ANDI AWALUDDIN FITRAH

sumber: grup in facebook "One People One Book for SMANSA BAU's
2

Napak Tilas


Sementara sibuk mengerjakan salah satu project resolusi tahun 2010
Tapi, tidak tahu kenapa harus tersendat………
Entah karena tidak ada tekanan atau mungkin karena memang sedang tidak memiliki inspirasi
Proses nulisku tersendat…..

Sore ini aku menelusuri sebagian jalan Pettarani, niat keluar dari rumah sih cuma mau keliling-keliling saja dan sebentar mampir pinjam kaset buat nonton tengah malam….
Namun, karena kisah yang sedang ku rampungkan ini masalah pribadi jadi rasanya pengen menapak tilas beberapa lokasi penting yang mungkin akan membangkitkan emosi sehingga proses penulisan bisa kembali lancar

Ku kemudikanlah motorku menuju pettarani dua untuk sekedar menapak jejak sejarah 3,5 tahun yang lalu. I hope…..setelah tiba di rumah, otakku ini mau bekerja sama untuk menuntaskan resolusi yang sebenarnya sudah melewati deadlinenya akhir januari kemarin.
0

Ukuran menjadi Orangtua Sempurna


Orang tua jelas terdiri dari Ayah dan Ibu. Ibu adalah seorang wanita yang mungkin seumur hidup akan selalu di buatkan lagu oleh para pencipta lagu, di buatkan puisi oleh para pujangga, dibuatkan prosa atau novel oleh para sastrawan, dan dibuatkan kisah oleh setiap anak. Mungkin setiap kaum pria akan cemburu setiap kali mendengar istri mereka lebih di puja oleh anaknya ketimbang mereka. Namun perlu setiap ayah ketahui, keadaan itu bukan berarti anak membeda-bedakan kasih sayang untuk orangtuanya. Namun sebuah kenyataan yang memang tidak bisa di pungkiri bahwa kelekatan itu jelas berbeda. Setiap anak pernah berada dalam beberapa inci perutnya, menghabiskan jatah makan pagi, siang, sore dan malamnya melalui tali plasenta, mendengarkan nyanyian merdunya berikut elusan lembut di atas perutnya, mendengarkan erangan fase antara hidup dan matinya untuk mengeluarkan seorang anak yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan dunia, dan setiap anak juga pernah menikmati setidaknya beberapa liter air susunya. Mungkin sampai disitu, hubungan anak dan ibu pasti terjalin selebihnya tergantung nasib kehidupan yang mungkin terkadang tidak sesuai harapan. Entah kenyataan yang harus membiarkan seorang ibu membuang anaknya, kenyataan bahwa seorang ibu harus meninggalkan anaknya demi tuntutan pencari nafkah, dan seterusnya. Setiap orang kemudian berbeda dalam memaknainya.

Sedangkan arti seorang Ayah, sejak kecil mungkin berbagai anak memiliki intensitas pertemuan yang hanya beberapa kali di balik kesibukan seorang kepala keluarga. Kerinduan seorang anak pada sosok lelaki itu terkadang hanya terobati dengan beberapa sms, telepon, pertemuan singkat atau bahkan mungkin telegram pada jaman dulu yang dikirimkannya berisi sepucuk surat dan beberapa lembar uang untuk kebutuhan keluarga. Tapi seorang Ayah tetaplah orang tua yang penuh kasih sayang, ia menunjukkan cinta pada putri atau putranya mungkin dengan cara yang berbeda. Seringkali di pandang sebagai pengekangan kebebasan oleh seornag anak, walaupun mungkin tetap ada alasan realistis di balik tindakan protektif Ayah apalagi terhadap anak perempuannya.

Namun kini, terkadang representasi orang tua yang baik dan sempurna adalah selalu melalui berbagai macam teori atau berbagai bentuk modeling yang ada di berbagai film. Bentuk yang telah dianggap sebagai cerminan orang tua sempurna adalah seperti membacakan dongeng setiap kali anak akan tidur, mendengarkan apa yang menjadi pendapat anak, dan menjadi seorang teman bagi anak yang beranjak dewasa. Representasi itu tidak salah, tapi sebaiknya setiap orang tidak menjadikannya sebagai ukuran bahwa orang tua yang tidak menunjukkan kriteria seperti itu lantas merupakan orang tua yang tidak baik.

Terlalu picik rasanya, untuk menunjukkan bahwa ukuran orang tua yang baik harus berdasarkan teori karena setiap orang tua memiliki caranya tersendiri untuk menjadikan hubungan orangtua dan anak menjadi lebih baik. Setiap budaya bahkan mungkin memiliki ciri khasnya tersendiri yang tidak dapat lantas di katakan salah, karena ada beberapa pertimbangan yang pasti di lakukan orang tua. Mungkin pola pengasuhan otoriter memang salah jika di terapkan sepanjang perjalanan kehidupan anak, tapi tidak berarti pola asuh itu kemudian harus ditinggalkan. Mungkin ada beberapa kenyataan atau kondisi yang mengharuskan pada tahap itu pola pengasuhan otoriter adalah yang paling tepat. Tapi setiap orang tua pasti memahami seiring dengan perkembangan anaknya, dimana kapan di saat mereka kemudian harus memberikan kepercayaan dan pelajaran tanggung jawab terhadap anak.

Masa kecil anak yang mungkin terlihat di kekang tidak berarti menunjukkan orang tua tersebut tidak bisa menjadi orang tua yang baik. Karena semakin dewasanya anak dan seiring dengan berjalannya waktu, dimana anak telah menunjukkan saat yang tepat untuk menyatakan bahwa ia telah bisa di bebaskan akan menjadi saat di mana orang tua berpikir untuk mengganti pola pengasuhannya. Mungkin orang tua memang bukan manusia sempurna tapi orang tua akan selalu menjadi sempurna untuk anaknya, bagaimanapun bentuk dan caranya.
0

Menyempurnakan dengan cara sederhana


Banyak orang mengatakan bahwa agar bisa menemukan seseorang yang akan selalu berada di sampingmu, kamu harus membuatnya merasa di butuhkan, merasa di perlukan, dan merasa berguna bagimu. Dan banyak tulisan, kejadian, dan fakta di sekelilingku yang membenarkan teori ini. Mungkin memang benar…..!!! ini salah satunya:

Kadang-kadang terasa, kesalahan dan kekurangan kita masing-masing justru merupakan yang terpenting dalam semua yang kita jalani. Bukan yang terbaik dari kita, tetapi justru yang terburuk dari masing-masing kita. Lihatlah: saat kau menunjukkan dirimu penakut nomor satu yang pernah aku kenal selama hidupku, aku jadi segera tahu bahwa aku cukup berharga untuk berada di sampingmu – setidaknya untuk mengantarmu pulang malam-malam, menemanimu. Tentu saja, saat kau juga tahu bahwa aku pelupa paling alpa yang pernah kau kenal sepanjang hidupmu, bukankah kau juga segera tahu bahwa kau begitu berharga bagiku – setidaknya sebagai sahabat yang selalu menanyaiku: tidak lupa makan, kan?
Tapi apakah dengan begitu seorang wanita yang begitu mandiri menjadi tidak punya kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia tetaplah wanita yang bagaimanapun mandiri, tegar, dan kuatnya, ia tetap membutuhkan sandaran setidaknya cukup untuk menemaninya menatap hidup.

Mungkin untuk menunjukkan bahwa orang itu merasa di butuhkan, ia tidak harus menjadi pengantar-jemput setia sang wanita itu, karena wanita tersebut bisa mengendarai kendaraan yang membuatnya tidak harus tergantung pada orang lain. Ia tidak harus menjadi teman nonton film, karena wanita tersebut tidak mempermasalahkan jika harus nonton sendiri karena ia sudah terbiasa melakukannya. Ia tidak harus menjadi teman makan siang yang harus slalu stand by karena wanita tersebut tidak mempermasalahkan harus menikmati makannya tanpa orang tersebut. Mungkin secara tersirat, tidak banyak yang bisa dilakukan seseorang di samping wanita tipe seperti ini karena wanita seperti ini bisa melakukan apapun yang diinginkannya tanpa memperlihatkan bahwa ia membutuhkan bantuan.

Wanita itu bukan seorang penakut sehingga ia tidak isa memberi kesempatan pada seseorang untuk mengntarnya pulang pada saat malam karena wanita itu bahkan telah terbiasa pulang dini hari sendirian. Mungkin kelihatannya, kelemahan yang biasanya ada pada wanita seperti kemanjaan dan kemanjaan memang tidak ada pada dirinya tapi bukan berarti ia tidak memiliki kelemahan yang perlu di sempurnakan oleh seseorang. Wanita itu tetap membutuhkan orang yang berharga pada moment yang lain – pada keadaan yang lain – yang mungkin cukup sederhana.

Karena…..wanita tetaplah wanita yang melebihi pengertian dari teori manusia adalah mahluk sosial. Mungkin memang benar, setiap pria membutuhkan wanita yang tidak sempurna dalam melakukan segala kegiatannya agar ia bisa menyempurnakan hidup wanita itu. Tapi bagi seorang wanita yang mandiri bukan berarti tidak membutuhkan seseorang di sampingnya. Hanya mungkin cara menyempurnakan hidup wanita tipe ini tidak harus dengan menjadi ojeknya, bukan hanya sebagai teman makan siangnya, bukan hanya untuk menemaninya menonton film terbaru, dan berbagai kegiatan lain. Cukup menjadikan hidupnya sempurna dengan menemaninya menatap lompatan pikirannya, menyempurnakan hidupnya dengan menatap senyumnya, menyempurnakan hidupnya dengan menghapus airmatanya, menyempurnakan hidupnya dengan mendengarkan dan berbagi, serta menyempurnakan hidupnya cukup dengan menemaninya tanpa melakukan hal-hal apapun. Menemaninya walaupun terdiam cukup lama tapi mereka berdua merasakan telah berbincang banyak sehingga membuktikan bahwa tanpa melakukan apapun orang tersebut telah menunjukkan bahwa ia memang sangat di butuhkan.

Karena tidak perlu menjadi superhero atau pengawal 24 jam untuk menunjukkan betapa seseorang itu dibutuhkan, tapi cukup dengan menjadi sebuah sandaran hati yang mampu memaknai semua rasa yang ada tanpa harus berkata-kata……tapi mungkin ini hanya akan berlaku bagi seorang wanita tipe sepertiku. Karena wanita tetaplah wanita yang hanya membutuhkan seseorang yang dapat dijadikannya tempat berbagi lompatan pikirannya, melihat senyumnya, bahkan menyaksikan airmatanya. Cukup itu, sederhana tapi melebihi berbagai makna!!!
0

A Busy Weekand


Minggu yang melelahkan………..bukan lelah di setiap 7 hari yang dimilikinya tapi 2 hari yang melelahkan tepat di saat weekand dan menghasilkan sebentuk penyakit yang kemudian bercokol di dalam tubuhku – FLU – tapi ini minggu melelahkan yang berlimpah manfaat. Sabtu – minggu, saat semua orang tengah menikmati hari libur mereka sambil ongkang-ongkang kaki di rumah, aku bergelut dengan 2 buah agenda keluar rumah, sebuah seminar di hari sabtu dan minggu serta pelatihan di hari minggu. Sebelum agenda ini minta dituntaskan, aku sempat berbicara dengan sahabatku sekedar menanyakan apakah dia akan mengikuti pelatihan yang akan di laksanakan di salah satu hotel itu. namun, ia berkata “saya selalu tidak ingin jika hari minggu saya di ganggu.” Ehm…..itu berarti dia tidak akan datang, kan!!!!

Namun, buatku hari minggu di ganggu!!!, tidak cukup menganggu kok karena di 5 hari selain 2 weekand ini sebenarnya aku sudah cukup menikmati waktu libur yang berada di bolong-bolongan a.k.a waktu kosong antara kegiatan dan kuliah. Akhirnya hari sabtu pagi tepatnya pukul 07.00 am a.k.a WITA, aku melajukan si biru menuju ke sebuah gedung milik salah satu universitas swasta di Makassar untuk mengikuti sebuah Seminar Enterpreneurship by Mas Ippho Santosa. 07.05 kiranya aku melabuhkan kendaraanku disana beserta seorang boncenganku yang tidak lain adik sepupuku sendiri dan SEPI……..orangnya masih dikit, registrasi belum di buka dannn……..aku akhirnya duduk berjongkok di samping gedung, MENUNGGU.

Setelah merasakan sedikit percikan langit yang jatuh pagi itu, akhirnya aku masuk ke dalam gedung yang dingin itu. dahsyatnya AC + derail hujan, melengkapi sesi freezer mode on ruangan itu. Setelah acara seminar yang menyenangkan, penuh manfaat, memberi inspirasi, dan cukup membuat otakku sesak karena berbagai rencana yang tiba-tiba menjelma menjadi sebuah alur 3 dimensi itu, selesai….aku mengambil sertifikat di antara kerumunan orang yang luar biasa sesak di pintu masuk.

Hujan kembali menerjang, aku ingat adikku sendirian di rumah...ehm, nekat saja ku terjang hujan siang pukul 01.05 itu. DINGIN,……kayaknya jas hujanku nggak berguna yach!!!. Seandainya saja ada orang yang berinisiatif membuat sebuah jas hujan yang bukan hanya berbentuk celana dan baju saja tapi juga berbentuk rok dan baju, karena bagi wanita muslimah seperti saya nggak mungkin beli jas hujan plus celana itu…..wong saya pake rok kok!! Andai saya tahu bagaimana caranya bikin jas hujan pasti sudah saya realisasikan ide saya ini lumayan jadi objek bisnis yang menguntungkan.

Setelah melewati 17 jam untuk makan, nonton, makan lagi, nonton lagi, tidur sampe pagi akhirnya 1 hari weekand dating menyapa. Hari minggu, pelatihan shalat khusyu’ oleh Ustad Abdul Aziz (Team Abu Sangkan) di sebuah hotel harus ku lakoni. Hujan menerjang dengan hebat, aku, adikku, dan sepupuku kelimpungan…..tidak tahu harus bagaimana di tengah derasnya hujan. Tapi kami kemudian bersiap-siap setelah mengambil sebuah keputusan akhirnya menggunakan taksi dengan modal patungan. Cukup basah, saat kami bertiga sampai di hotel itu. ternyata 1/3 dari peserta sudah berdatangan, Subhanallah ternyata hujan tidak menjadikan langkah kaki mereka terhambat. Kami melakukan registrasi kemudian mengambil air wudhu yang di sambut dengan antrian panjang di toilet hotel itu. Suasana pelatihan kami lalui dengan tawa, perenungan, berbagai gerakan, tawa lagi, tangisan, tawa lagi, dan tangisan lagi.

Pelatihan berakhir jam 07.00 pm, tepat saat aku mendengar kabar undangan seminar Ippho Santosa khusus pengaktifan otak kanan dan kreativitas di sebuah hotel. Setelah menyentuh rumah, mandi, dan makan malam, aku dan sepupuku kembali menerjang dinginnya malam menuju sebuah hotel. Walaupun dengan mata yang bengkak + kepala yang mulai nyut-nyutan karena kebanyakan nangis kami tetap memenuhi undangan gratis dari salah seorang teman. Namun aku tidak bisa menyelesaikan seminar itu hingga tuntas karena rasa sakit kepala yang mendera, ngantuk, dan kekhawatiranku pada adikku yang sendirian di rumah. Aku pulang pukul 10.15 pm dan meninggalkan 45 menit sisa seminar itu. Setidaknya di serentetan libur sibuk ini, aku mendapatkan serentetan manfaat juga.

Seminar enterpreneurship:
Aku belajar mengaktifkan kembali otak kanan dan kreativitasku, berusaha kembali menjadi pengusaha yang sebelumnya sempat terkubur karena rencana yang tidak terealisasi, dan aku tahu bahwa sepatutnya aku mematuti salah satu kegiatan Rasulullah itu: BERDAGANG.

Pelatihan shalat khusyuk:
Sebuah pelajaran berharga saat aku akhirnya mengenal Dia, menjawab semua pertanyaan yang selalu terlontar apakah dia laki-laki atau perempuan jawabannya dia adalah Dzat, Dzat yang maha sempurna. Dan aku sangat bersyukur karena dari pelatihan ini aku telah mencoba lebih menikmati salah satu aktivitas ibadahku ini dan mengenal siapa penciptaku sebelum aku menghadap padaNya.
Siguiente Anterior Inicio

SlideShow