1

Pahlawan Sophorsyme bagian II

Mungkin bukan terganggu, tersadar adalah kata yang lebih tepat untuk menjelaskannya. Kata-kata itu tiba-tiba saja mampir sejenak di organ berkapasitas ribuan gygabite ini, membuatku menunda jadwal tidurku yang menurut ritme sirkadian seharusnya tubuhku telah mengalami penurunan hormon yang akan membuatnya berteriak meminta istirahat. Mungkin aku sedikit kejam pada tubuhku malam ini, melewati jadwal tidurku yang biasanya selalu sama untuk mencoba menekuri kembali kata-kata itu, ya…….seorang pahlawan cinta. Tidak, bukan seorang tapi lebih dari itu.
Mengapa tiba-tiba saja aku terpikirkan hal itu? mungkin karena usiaku, mungkin kesadaranku, mungkin karena pengalamanku, atau mungkin karena sepersekian detik waktu dimana ku coba untuk berpikir bahwa aku tidak pernah sendiri menyelamatkan hidupku tapi ada beberapa orang yang selalu ada di sampingku mencoba mengingatkanku bahwa mereka ada dengan cinta, itu yang ku sebut dengan pahlawan sophrosyme.
Sampai detik ini, detik dimana aku berdiri sebagai seorang mahasiswa fakultas psikologi berusia 21 tahun bukan tanpa pahlawan itu. Pahlawan sophrosyme adalah sosok yang membantuku berdiri, menemaniku berjalan, dan menyertaiku berlari tapi sesekali membiarkan duduk sejenak dan semua itu ia lakukan dengan cinta. Setiap orang pasti memilikinya, tidak tentu berapa jumlahnya, tapi aku memiliki empat orang pahlawan cinta. Empat orang yang selalu membagi cintanya yang tak pernah putus. Empat orang yang akan selalu ku miliki walaupun ruang, waktu dan tempat memisahkan kami. Seorang Ibu, seorang Ayah, Nenek terbaik, dan seorang adik perempuan; mereka adalah pahlawan sophrosyme-ku.

Orang yang akan selalu membantuku berdiri, menemaniku berjalan, menyertaiku berlari, dan membiarkanku duduk sejenak.
0

pahlawan sophorsyme


Di sebuah ruangan entah berapa kali berapa, aku terpekur di hadapan sebuah meja cokelat. Meja yang selama ini menemaniku memenuhi tantangan dan kewajibanku sebagai seorang mahasiswa. Terdengar sedikit gemericik air di luar sana, cukup sekilas karena malam itu hujan hanya mampir sejenak membasahi sedikit kelopak bunga di teras rumahku. Hanya suara detak-detik jam dan hembusan angin dari sebuah alat elektronik yang terdengar di balik dinginnya malam pukul 11 itu. Masih belum malam – memang – namun penghuni rumahku yang hanya tiga orang termasuk aku telah tenggelam dalam mimpinya masing-masing. Berbagai barang di ruang tengah itu seakan membisu menemaniku kecuali sebuah TV yang sengaja ku biarkan menyala dengan volume yang kecil untuk sekedar menyemarakkan kesunyian. Malam ini pikiranku kembali pada kebiasan lamanya yaitu melompat-lompat. Terkadang aku kembali tersadar bahwa pikiranku ini punya hobi yang aneh, dia selalu melompat dan terus melompat namun saat lompatannya dirasa telah cukup jauh maka dia akan tinggal menari di ujung ruangan dan tidak ingin diam sampai kenyataan menghempaskannya. Memang terkadang mimpi terasa menjadi tidak realistis jika kenyataan menghampiri.
Aku memperhatikan setiap ornament penghias meja belajarku, sebuah kalender 2010 berdiri disana mencoba terus mengingatkanku bahwa tahun yang tertera disana akan segera datang. Kamu akan tambah tua, sebuah gurauan sederhana dari adikku yang ku balas dengan tatapan mencekam namun disambutnya dengan tawa di suatu sore. Waktu semakin berjalan dan terus berjalan, terkadang ia begitu cepat meninggalkanku seolah tidak memberiku kesempatan untuk sedikit menikmati setiap hembusan perjalanannya. Namun, malam itu sebenarnya aku terganggu dengan dentuman kalimat pikiranku sendiri. Ia berkata begini:

Setiap orang punya pahlawan sophrosyme dalam hidupnya, tidak cukup hanya satu mungkin lebih dari itu. Pahlawan sophrosyme adalah sosok orang yang selalu melakukan apapun dan bertindak apapun untuk kita dengan dasar sebuah cinta kasih, seseorang yang membantu kita bertindak hati-hati dan cerdas dalam mengatur kehidupan, seseorang yang menunjukkan kita sebuah pelajaran untuk kehidupan.

Mungkin bukan terganggu, tersadar adalah kata yang lebih tepat untuk menjelaskannya. Kata-kata itu tiba-tiba saja mampir sejenak di organ berkapasitas ribuan gygabite ini, membuatku menunda jadwal tidurku yang menurut ritme sirkadian seharusnya tubuhku telah mengalami penurunan hormon yang akan membuatnya berteriak meminta istirahat. Mungkin aku sedikit kejam pada tubuhku malam ini, melewati jadwal tidurku yang biasanya selalu sama untuk mencoba menekuri kembali kata-kata itu, ya…….seorang pahlawan cinta. Tidak, bukan seorang tapi lebih dari itu.
0

Pertanyaan tentang Soulmate..........



Kalau yang namanya belahan jiwa itu sungguh ada
Orang yang mebuatmu merasa lengkap, bahagia
Dan terpenuhi dalam hidup itu sungguh nyata
Pertanyannya adalah:

Dimanakah soulmate itu berada?
Terselip di antara gedung-gedung jangkung ibu kota?
Terpencil di tengah lautan?
Sedang berkelana dalam rimbanya hutan?
Megejar angin, memanah awan, membanting petir?
Atau tersembunyi di balik rumitnya mesin angka dan teknologi?

Apakah dia seorang yang jauh?
Pengaran impian dari negeri antah berantah?
Atau seorang yang sangat dekat,
Yang jaraknya hanya terpisah satu helaan napas
Dan satu kedipan mata?

Atau sesungguhnya soulmate itu tidak pernah ada?
Hanya kisah penghibur lara yang sudah ada
Sejak zaman dalu kala?
Isapan jempol bagi jiwa-jiwa sederhana
Yang masih percaya pada asa?

(Jessica Huwae_Soulmate.com)
0

Ungkapan


Sang pencuri Khayalan memberitahuku...........

KADANG, kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain. Membuat kita lupa untuk sekedar bertanya, inikah sebenarnya cinta?
[Nonier, novel DIA]

Kamu tahu apa yang tidak menyenangkan....
ketika kamu tahu bahwa apa yang kamu percaya adalah omong kosong

mungkin ini terjadi karena ia terlalu percaya bahwa DIAlah orangnya

Seseorang itu tidak akan jatuh cinta lagi sampai keadaan menghadirkan cinta baru dalam kehidupan mereka.

Sebuah kutipan akhir dari proses "PENGUAPAN RASA" terjadi
Alhamdulillah............
1

Cinta = Puzzle


Cinta seperti puzzle

Terkadang Kepingan hati mungkin di rasa telah bertemu dengan kepingan lain yang sesuai
Walaupun beberapa sudutnya sebenarnya tidak membentuk sempurna
Sehingga menghasilkan sebuah bentuk yang tidak menarik

Kepingan itu…..
Walaupun terlihat tidak sempurna
Tapi manusia yang terlibat di dalamnya tetap merasa hal itulah yang sempurna
Setidaknya salah satu manusia pemilik kepingan tersebut

Kepingan itu akan memberi isyarat pada waktunya
Saat akhirnya kepingan yang benar-benar bisa bertemu sempurna dan membentuk sebuah kepingan yang indah
Akhirnya datang

Salah satu pemilik kepingan kemudian akan sadar bahwa selama ini ia telah mencoba bertahan pada kepingan yang salah
Dan, kepingan itu akan bertemu dengan kepingan yang lain untuk membentuk sempurna
Semua akan indah pada waktunya, bukan!

Iyanahs, 15 Februari 2010
0

Feeling Empty

Feeling Empty mengancam Masyarakat Kita
Oleh: Iyan Afriyani HS

Setiap manusia mendambakan ketenangan hidup walaupun tidak semua dapat mencapai apa yang diinginkan. Beberapa sebab dan rintang mungkin terjadi dalam pencapaiannya termasuk keinginan manusia untuk terlibat lebih intens dengan dirinya sendiri dan tidak dengan campur tangan orang lain. Inilah bentuk dunia individualisme yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat yang hidup dikota-kota besar saat ini. Dunia
individualisme yang menunjukkan sebuah dimensi baru pada cara manusia menghadapi hidup.

Berbagai rutinitas dan gaya hidup yang membiasakan seseorang melakukan segala sesuatunya sendiri dan hanya berorientasi pada materi serta mengabaikan hal-hal spiritual, kini mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan sosial. Ketidakseimbangan ini terlihat dari interaksi dengan individu lain dan ketidakpedulian seseorang pada lingkungan sekitarnya yang mengalami pengurangan dalam jumlah menit perhari. Beberapa orang menjadi mudah melakukan kegiatan sendiri tanpa melibatkan orang lain dan menjadikan dirinya manusia individualis. Disaat mereka kemudian akan kembali berbaur dalam masyarakat, perasaan tidak dianggap akan mereka alami dan berakhir pada tindakan menarik diri. Menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, takut terhadap penolakan adalah beberapa bentuk tindakan menarik diri yang akhirnya menyebabkan seseorang menjadi kehilangan kepercayaan atas dirinya dan selanjutnya akan kehilangan kepercayaan terhadap orang lain. Gaya hidup seperti ini kemudian akan mengarah pada sebuah pola hidup individual yang kehilangan makna dan kecenderungan pada perasaan kehampaan (feeling empty). Inilah akibat dari individualisme yang coba di sadur dari bangsa lain untuk kemudian masuk ke dalam budaya bangsa Indonesia.

Perasaan hampa adalah sebuah perasaan yang biasanya ditandai dengan kebosanan, perasaan tanpa makna, ketiadaan tujuan, dehumanisasi, tidak peduli terhadap apa yang dilakukan dalam hidup dan kecenderungan melarikan diri dari tanggung jawab. Besar kuantitas masyarakat yang kemudian mengalami perasaan hampa muncul sebagai konsekuensi dari sedemikian lebarnya jarak antara kebutuhan individu untuk memaknai hidup di satu sisi dan kebutuhan individu akan interaksi masyarakat disisi yang lainnya. Kehampaan atau kekosongan dalam diri menjadikan individu merasa terisolasi atau terpisah dari dunia. Hal ini berupa kurangnya kontak fisik dengan masyarakat. Berdasarkan beberapa observasi sederhana yang dilakukan penulis, menunjukkan proses menarik diri yang dilakukan oleh individu meliputi menghabiskan lebih banyak waktu sendirian, merasa tidak nyaman dan merasa kesepian secara emosional saat berada diantara kerumunan orang walaupun sebenarnya individu tersebut menginginkannya, melakukan lebih banyak aktivitas tanpa bantuan orang lain, menggunakan banyak media untuk melepaskan kesepian, pemikiran yang kosong, dan perasaan ketidaktahuan dalam cara menghadapi hidup.

Perasaan kehampaan merupakan salah satu tanda ketidaksehatan mental individu yang dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Kehampaan adalah keadaan pasif yang semestinya tidak dibiarkan terus berlanjut tanpa melakukan apapun untuk mengubahnya karena kesehatan mental menentukan tanggapan seseorang terhadap persoalan, penyesuaian diri dan gairah untuk hidup. Namun, menurut dr. Nalini Agung SpKJ kesehatan mental masyarakat sering diabaikan oleh pemerintah, masyarakat, dan individu itu sendiri, walaupun pada tahun 2004 WHO telah memperingatkan bangsa Indonesia agar memperhatikan kesehatan mental masyarakatnya. Bahkan diprediksi bahwa tahun 2015 kesehatan mental masyarakat Indonesia dalam kondisi mengkhawatirkan.

Saat ini, banyak persepsi masyarakat yang mengarahkan kesehatan hanya pada fisik semata. Padahal, mental seseorang juga harus diperhatikan. Contoh konkrit dalam masyarakat adalah sebagian dari perilaku bunuh diri atau individu yang melakukan percobaan bunuh diri sebagai jalan menemukan kehidupan yang lebih baik, mengalami kesehatan mental yang menurun drastis. Gangguan atau ketidaksehatan mental tersebut termasuk perasaan kehampaan. Ketidaksehatan mental berupa kehampaan tidak disebabkan oleh faktor tunggal tetapi berbagai hal yang kemudian dapat meningkatkan risikonya. Namun kesalahan fatal yang biasa dilakukan oleh individu adalah tetap membiarkan dan mempertahankan perasaan tersebut. Walaupun, mempertahankan kesepian dan membiarkan diri masuk ke dalam perasaan itu secara terus menerus akan memimpin pada perasaan depresi dan tidak berdaya yang pada gilirannya akan menuju pada keadaan yang lebih pasif dan depresi.

Setiap individu dengan kesadaran diri sebenarnya mampu melepaskan diri dari ancaman-ancaman lingkungan dan berbagai bentuk kecenderungan alami yang mengarah pada suatu keadaan atau perkembangan tertentu dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, tindakan pencegahan terhadap salah satu bentuk ketidaksehatan mental ini harus dilakukan dengan kembali menemukan makna hidup agar terjadi transformasi dari kehampaan. Pencarian makna yang dilakukan merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan penggalian dan untuk memahaminya individu harus menjalaninya. Individu harus memilih hidup dan tingkah laku yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Peran masyarakat dalam transformasi ini juga sangat penting, dimana masyarakat diharapkan lebih peduli pada lingkungan sekitarnya dan senantiasa memberi dukungan sosial terhadap orang lain.

Covey (2005) menegaskan bahwa hidup akan menjadi penuh makna dan keagungan ketika individu dapat mengilhami sekaligus menjalani panggilan jiwa mereka yang dibimbing oleh empat jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan fisik, kecerdasan mental, kecerdasaan emosi dan kecerdasan spiritual, dimana ketiga kecerdasan yang disebutkan diawal tunduk pada kecerdasan yang keempat yaitu kecerdasan spiritual. Kebiasaan individu untuk tidak mengabaikan dimensi spiritual dan kodratnya sebagai mahluk sosial akan membawa individu tersebut pada keadaan yang sehat secara mental. hal tersebut menunjukkan begitu penting penataan potensi emosi spiritual pada masing-masing individu yang berpusat pada sumber spiritual manusia, yaitu Tuhan. Dengan demikian seseorang akan terbimbing dengan kesadaran pribadi untuk mengenali energi jiwanya guna meraih ketenangan atau keharmonisan diri. Pada dasarnya, pencapaian kesehatan mental secara spiritual sebenarnya menunjukkan pada manusia bahwa sebuah ibadah bukan hanya sebuah kewajiban melainkan sebuah kebutuhan yang akhirnya mengarahkan seseorang pada kesehatan mental yang baik, tidak mudah merasa putus asa, pesimis, dan mampu menghadapi rintangan dan kegagalan dalam hidup dengan tenang.
0

Kompetisi Web/blog Kompas MuDa



Hem......ada lomba nih
sebuah kompetisi untuk semua rakyat yang begitu mencintai negaranya dan bukan hanya dengan terus bergunjing serta mencela bangsa yang telah memberinya banyak makna kehidupan.

nih kompetisinya:

"Kompetisi Web/Blog Kompas MuDa"

Persyaratan:
* Web/blog pribadi pelajar SLTA - Mahasiswa (15 - 22 th)

* Web/blog institusi SLTA

* Web/blog yang ditujukan untuk komunitas anak muda

* Untuk perseorangan atau tim, boleh mengirimkan alamat web/blog lebih dari satu.

* Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan

*Di halaman web/blog, harus menyertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC, yang bisa terbaca secara mudah. Lokasi penempatan kata kunci itu bebas.

*Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, tingkat popularitas dan peringkat web/blog kamu di Google. Juri akan menggunakan mesin pencari Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC.

*Mencantumkan tautan balik (backlink) ke www.mudaers.com (sebuah link ketika diklik mengarah ke www.mudaers.com)

*Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru.

*Web/blog yang dilombakan minimal memuat satu halaman tulisan (minimal 3.000 karakter termasuk spasi) dengan tema: Bangga Indonesia.

*Tulisan orisinal, tidak boleh copy-paste karya orang lain.

*Kirimkan alamat web/blog kamu ke email lombaweb@mudaers.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Di email itu, cantumkan nama kamu, tempat/tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) KTP/SIM/kartu pelajar/kartu mahasiswa. Subyek email adalah berupa alamat web/blog kamu.

*Link web/blog diterima panitia paling lambat 17 Februari 2010.

Hadiah Kompetisi:
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik

tertarik......silahkan menulis, meninggalkan jejak, dan menikmatinya!!!!
0

Gerakan selamatkan minat baca SMA N 1 Bau-Bau



dear Alumni SMA Negeri 1 Bau-Bau

Assalamu Alaikum Wr. Wb
kini tengah di galakkan Kampanye Selamatkan Minat Baca Siswa-Siswi SMAN 1 Bau-Bau. Sumbangkan satu buku kamu untuk tunjukkan kalau kita peduli sebagai alumni SMANSA Bau-Bau angkatan berapapun kamu.
Buku yang akan disumbangkan dibolehkan dlm berbagai genre bacaan,KECUALI buku2 yg mengandung pornografi dan menyinggung SARA.....
Buku yang akan disumbangkan boleh buku baru ataupun buku bekas.Majalah,komik,novel,cergam,dan bentuk bacaan apa saja boleh disumbangkan.
Buku-buku yang telah disumbangkan akan melalui proses sortir kelayakannya.

Teman2 yang mau sumbang lebih dari 1 buku/bacaan boleh,malah sangat dianjurkan :D
teman2 yg tidak pux buku buat d sumbang,boleh menyumbang dalam bentuk uang cash ke kordinator wilayah,kordinator wilayah yg akan membelikan buku sesuai jumlah uang yg disumbangkan.
Tujuan utama kampanye ini bukan dalam bentuk materi/buku yg disumbangkan,tapi lebih ke peningkatan minat baca dan upaya menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan memperoleh ilmu di SMAN 1 Bau-Bau.
Sebelum buku-bukunya nanti diserahkan ke pihak sekolah,akan ada prakegiatan yang akan kita rancang bersama,masalah waktu dan jenis kegiatannya.

Di setiap wilayah akan ditentukan koordinator wilayah,yg bertugas mengumpulkan buku2 / bacaan yang akan disumbangkan teman2.Silahkan menghubungi kordinator tiap wilayah untuk menyumbang langsung bukunya.

1.Bau-Bau :
Angkatan 05 = Riswan / 085299652152
Angkatan 06 = Ari Wj / 081220516204
Angkatan 09 = Hakim / 085756756965

2. Kendari
Angkatan 05 = Nurul Rahma

2. Makassar
Angkatan 05 = Andi / 085241510299
Angkatan 06 = Sawal Baital / 085656577973
Angkatan 07 = Ino Sahyar / 085242331541
Angkatan 08 = Ridho / 085756507815
Angkatan 09 = Nawar / 085656570296

3. Surabaya dan Malang
Angkatan 05 = Fahrul Rozi /
Angkatan 06 = Januar / 03161176809

4. Jojga
Angkatan 05 = Mumun / 085228853533

5. Semarang
Angkatan 05 = Farisa

6. Jakarta, Bandung dAn Bogor = Bisa kirim langsung bukunya via Pos ke Jalan Perintis Kemerdekaan,kompleks Hartaco Jaya Blok B1/1 Makassar,SUL-SEL. Atas nama ANDI AWALUDDIN FITRAH

sumber: grup in facebook "One People One Book for SMANSA BAU's
2

Napak Tilas


Sementara sibuk mengerjakan salah satu project resolusi tahun 2010
Tapi, tidak tahu kenapa harus tersendat………
Entah karena tidak ada tekanan atau mungkin karena memang sedang tidak memiliki inspirasi
Proses nulisku tersendat…..

Sore ini aku menelusuri sebagian jalan Pettarani, niat keluar dari rumah sih cuma mau keliling-keliling saja dan sebentar mampir pinjam kaset buat nonton tengah malam….
Namun, karena kisah yang sedang ku rampungkan ini masalah pribadi jadi rasanya pengen menapak tilas beberapa lokasi penting yang mungkin akan membangkitkan emosi sehingga proses penulisan bisa kembali lancar

Ku kemudikanlah motorku menuju pettarani dua untuk sekedar menapak jejak sejarah 3,5 tahun yang lalu. I hope…..setelah tiba di rumah, otakku ini mau bekerja sama untuk menuntaskan resolusi yang sebenarnya sudah melewati deadlinenya akhir januari kemarin.
0

Ukuran menjadi Orangtua Sempurna


Orang tua jelas terdiri dari Ayah dan Ibu. Ibu adalah seorang wanita yang mungkin seumur hidup akan selalu di buatkan lagu oleh para pencipta lagu, di buatkan puisi oleh para pujangga, dibuatkan prosa atau novel oleh para sastrawan, dan dibuatkan kisah oleh setiap anak. Mungkin setiap kaum pria akan cemburu setiap kali mendengar istri mereka lebih di puja oleh anaknya ketimbang mereka. Namun perlu setiap ayah ketahui, keadaan itu bukan berarti anak membeda-bedakan kasih sayang untuk orangtuanya. Namun sebuah kenyataan yang memang tidak bisa di pungkiri bahwa kelekatan itu jelas berbeda. Setiap anak pernah berada dalam beberapa inci perutnya, menghabiskan jatah makan pagi, siang, sore dan malamnya melalui tali plasenta, mendengarkan nyanyian merdunya berikut elusan lembut di atas perutnya, mendengarkan erangan fase antara hidup dan matinya untuk mengeluarkan seorang anak yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan dunia, dan setiap anak juga pernah menikmati setidaknya beberapa liter air susunya. Mungkin sampai disitu, hubungan anak dan ibu pasti terjalin selebihnya tergantung nasib kehidupan yang mungkin terkadang tidak sesuai harapan. Entah kenyataan yang harus membiarkan seorang ibu membuang anaknya, kenyataan bahwa seorang ibu harus meninggalkan anaknya demi tuntutan pencari nafkah, dan seterusnya. Setiap orang kemudian berbeda dalam memaknainya.

Sedangkan arti seorang Ayah, sejak kecil mungkin berbagai anak memiliki intensitas pertemuan yang hanya beberapa kali di balik kesibukan seorang kepala keluarga. Kerinduan seorang anak pada sosok lelaki itu terkadang hanya terobati dengan beberapa sms, telepon, pertemuan singkat atau bahkan mungkin telegram pada jaman dulu yang dikirimkannya berisi sepucuk surat dan beberapa lembar uang untuk kebutuhan keluarga. Tapi seorang Ayah tetaplah orang tua yang penuh kasih sayang, ia menunjukkan cinta pada putri atau putranya mungkin dengan cara yang berbeda. Seringkali di pandang sebagai pengekangan kebebasan oleh seornag anak, walaupun mungkin tetap ada alasan realistis di balik tindakan protektif Ayah apalagi terhadap anak perempuannya.

Namun kini, terkadang representasi orang tua yang baik dan sempurna adalah selalu melalui berbagai macam teori atau berbagai bentuk modeling yang ada di berbagai film. Bentuk yang telah dianggap sebagai cerminan orang tua sempurna adalah seperti membacakan dongeng setiap kali anak akan tidur, mendengarkan apa yang menjadi pendapat anak, dan menjadi seorang teman bagi anak yang beranjak dewasa. Representasi itu tidak salah, tapi sebaiknya setiap orang tidak menjadikannya sebagai ukuran bahwa orang tua yang tidak menunjukkan kriteria seperti itu lantas merupakan orang tua yang tidak baik.

Terlalu picik rasanya, untuk menunjukkan bahwa ukuran orang tua yang baik harus berdasarkan teori karena setiap orang tua memiliki caranya tersendiri untuk menjadikan hubungan orangtua dan anak menjadi lebih baik. Setiap budaya bahkan mungkin memiliki ciri khasnya tersendiri yang tidak dapat lantas di katakan salah, karena ada beberapa pertimbangan yang pasti di lakukan orang tua. Mungkin pola pengasuhan otoriter memang salah jika di terapkan sepanjang perjalanan kehidupan anak, tapi tidak berarti pola asuh itu kemudian harus ditinggalkan. Mungkin ada beberapa kenyataan atau kondisi yang mengharuskan pada tahap itu pola pengasuhan otoriter adalah yang paling tepat. Tapi setiap orang tua pasti memahami seiring dengan perkembangan anaknya, dimana kapan di saat mereka kemudian harus memberikan kepercayaan dan pelajaran tanggung jawab terhadap anak.

Masa kecil anak yang mungkin terlihat di kekang tidak berarti menunjukkan orang tua tersebut tidak bisa menjadi orang tua yang baik. Karena semakin dewasanya anak dan seiring dengan berjalannya waktu, dimana anak telah menunjukkan saat yang tepat untuk menyatakan bahwa ia telah bisa di bebaskan akan menjadi saat di mana orang tua berpikir untuk mengganti pola pengasuhannya. Mungkin orang tua memang bukan manusia sempurna tapi orang tua akan selalu menjadi sempurna untuk anaknya, bagaimanapun bentuk dan caranya.
Siguiente Anterior Inicio

SlideShow